MERANGKUL WANGI KUSUMA
tuk
terpetik tangkai cerita
pada
pekarangan yang kita sebut pertemanan.
waktu
memburu haru dalam deru
di
ladang luas
di
lapang nostalgia
kita
bersatu dengan makna-makna
hidup
bagai ikatan pita
tak
akan putus
tuk
tersimpul janji
di
kelingking nan wangi
musim
meriah
kemarau
bergurau
di
remang-remang bayang
aku
memetik senang
berhanyut
riang besama
semesta
merestui pertemuan, lewat
senandung
kusuma abadi menghiasi netra
kita
pernah punya hari
kita
pernah punya temu
kita
pernah punya cakap,
canda-tawa
menghapus sunyi
adalah
ketulusan yang menumbuhkan
benih percaya di antara jiwa-jiwa]
secangkir
diskusi dan senyum berseri
kunikmati
rasa yang merangkul,
menjadi
hidangan di perjamuan diri
pun
juga terbangun monumen memori
kita
bersatu dalam wangi harmoni
yang
merangkai nada-nada dengan percaya
yang
menulis notasi kasih
agar
terhapus kamus duka.
Sidoarjo,
02 Januari 2026

Comments
Post a Comment