PAGI CERAH SINAR MENTARI
Di depan pintu, aku
menghirup gairah
rona ilmu yang semerbak
luas
di depan pinta, aku
menguras
rasa malas yang mulai
redup di puncak uluh
di dataran papan tulis,
ku dalihkan dawat-dawat
menjelma pelita asa yang
menolak nestapa
membangun asrama ilmu
pengetahuan
merajut asmara antara;
buku dan kata
menebas kemalasan yang
menutupi jalur
alur yang mengalir dengan
bergilir di hilir
lajunya pelajaran
netra yang memandang
dawat merasuki
jemari tangan tuk melukis
materi, di
buku catatan hajat yang
membisukan hujat
seraya gelora yang mengisi
daya tubuh
Kuangkat makanan otak
yang lezat
serta para organnya yang
mulai lepas
“kemana perginya
sandangmu?”
aku bertanya padamu dan
mulai merabah
balai ucang usang yang
menyimpan
kenangan gamang di ujung
tahun
yang berisi halaman hasil tubuhmu
damba hamba pada kuasa
ingin mudah memeluk
huruf-huruf
; yang merakit pintar
di ujung kantuk kelopak
lengking terbaring menahan
di kantung mata
nyala mata tuk membangun harapan
yang hendak terlelap di Prosedur
mimpi-mimpi
pada taman sukma untuk beristirahat.
altar kurikulum mendesak ragu
harum aroma mentari menusuk harsa
bel berbunyi, waktu belajar telah gugur
ku kantongi semua kata
oral mungil yang mengucap kultus
;terima kasih ibu guru
sepantun kebahagiaan telah menancap di
uluhnya
Sidoarjo, Oktober 2025

Comments
Post a Comment